MENUTUP AURAT
Sekarang ini, banyak kaum hawa yang justru berlomba memamerkan auratnya. Berpakaian super mini, super ketat sebagai gaya tren masa kini. Berpakaian tapi serasa tidak berpakaian. Padahal Allah sudah mengatur tata cara atau adab berpakaia, khususnya bagi kaum hawa untuk berjilbab.
Allah mempunyai alasan mengapa memerintahakan kaum hawa untuk berjilbab, yaitu: supaya mereka mudah di kenal dan supaya tidak di ganggu.
Aurat perempuan terdiri hampir seluruh tubuh, kecuali muka dan telapak tangan. Anggota tubuh lain sangat rentan menimbulkan tindak kemaksiatan dan kejahatan Walau hanya terlihat betisnya saja, bagi kaum pria yang melihat dengan sengaja itu sudah maksiat. Bahkan suara seorang perempuan juga temasuk aurat, karena dapat keasyikan bagi yang mendengarkan kemerduannya. Banyak kasus kriminal yang terjadi dan yang bermula dari kemolekan tubuhnya.
seba itula, Allah yang Maha Panyayang pada makhluk-Nya memerintahkan kaum hawa tun menutup seluruh auratnya demi keselamatannya sendiri maupun orang lain. Ibaratnya aurat adalah perhiasan, wajib kita jaga, jangan dimainkan.
Namun, mengapa sekarang tidak yan ibu-ibu maupun anak-anak remaja begitu terpengaruh gaya pakaian orang barat. Mereka dengan senang hati mengikutinya karena dianggap modern dan trendy. Kita banyak menjumpai para akhwan macam itu di mall-mall, di supermarket, kantor, bahkan di sekolah maupun kampus yang berbusana terbuka, mini sengaja memperhatikan kemolekan tubuhnya untuk mencari perhatian. Sekalipun mereka seorang muslimah. Bahkan para artis, yang ironisnya beberapa diantaranya mereka telah pergi umroh, tetapi islami sama sekali tidak merasa kalau itu dosa. Seolah-olah tidak merasa kalau itu dosa.
Budaya kemaksiatan pamer aurat di kalangan masyarakat kita yang merajalela memang sudah kian tidak tergolong. Coba kita simak, tempat-tempat hiburan malam, dibiarkan berdiri dimana-mana dengan alasan sebagai pemasukan besar dana anggaran daerah. Televisi menyajikan tayangan-tayangan yang menampilkan kemolekan tubuh.
Padahal, apabila muncul perbuatan keji dalam suatu masyarakat dan di kerjakan secara terang-terangan, maka akan muncul pua di tengah-tengah masyarakat tersebut penyakit (wabah) yang mengerikan.
Satu lagi, bagi kaum perempuan yang suka menarik perhatian dengan memamerkan tubuhnya dan auratnya tidak di perkenankan mencium bau Surga, apabila untuk mejadi penghuni Surga.
Apa susahnya sih menutup aurat, bukannya malah kita terjaga dari perbuatan maksiat yang kita inginkan, sekaligus mendapat rahmat dari Allah SWT. Lagian, apakah kalian mau menjadi Neraka..??
Pikirkan Baik-Baik..!!!!
So, Jangan main-main dengan Auratmu....
Sekarang ini, banyak kaum hawa yang justru berlomba memamerkan auratnya. Berpakaian super mini, super ketat sebagai gaya tren masa kini. Berpakaian tapi serasa tidak berpakaian. Padahal Allah sudah mengatur tata cara atau adab berpakaia, khususnya bagi kaum hawa untuk berjilbab.
Allah mempunyai alasan mengapa memerintahakan kaum hawa untuk berjilbab, yaitu: supaya mereka mudah di kenal dan supaya tidak di ganggu.
Aurat perempuan terdiri hampir seluruh tubuh, kecuali muka dan telapak tangan. Anggota tubuh lain sangat rentan menimbulkan tindak kemaksiatan dan kejahatan Walau hanya terlihat betisnya saja, bagi kaum pria yang melihat dengan sengaja itu sudah maksiat. Bahkan suara seorang perempuan juga temasuk aurat, karena dapat keasyikan bagi yang mendengarkan kemerduannya. Banyak kasus kriminal yang terjadi dan yang bermula dari kemolekan tubuhnya.
seba itula, Allah yang Maha Panyayang pada makhluk-Nya memerintahkan kaum hawa tun menutup seluruh auratnya demi keselamatannya sendiri maupun orang lain. Ibaratnya aurat adalah perhiasan, wajib kita jaga, jangan dimainkan.
Namun, mengapa sekarang tidak yan ibu-ibu maupun anak-anak remaja begitu terpengaruh gaya pakaian orang barat. Mereka dengan senang hati mengikutinya karena dianggap modern dan trendy. Kita banyak menjumpai para akhwan macam itu di mall-mall, di supermarket, kantor, bahkan di sekolah maupun kampus yang berbusana terbuka, mini sengaja memperhatikan kemolekan tubuhnya untuk mencari perhatian. Sekalipun mereka seorang muslimah. Bahkan para artis, yang ironisnya beberapa diantaranya mereka telah pergi umroh, tetapi islami sama sekali tidak merasa kalau itu dosa. Seolah-olah tidak merasa kalau itu dosa.
Budaya kemaksiatan pamer aurat di kalangan masyarakat kita yang merajalela memang sudah kian tidak tergolong. Coba kita simak, tempat-tempat hiburan malam, dibiarkan berdiri dimana-mana dengan alasan sebagai pemasukan besar dana anggaran daerah. Televisi menyajikan tayangan-tayangan yang menampilkan kemolekan tubuh.
Padahal, apabila muncul perbuatan keji dalam suatu masyarakat dan di kerjakan secara terang-terangan, maka akan muncul pua di tengah-tengah masyarakat tersebut penyakit (wabah) yang mengerikan.
Satu lagi, bagi kaum perempuan yang suka menarik perhatian dengan memamerkan tubuhnya dan auratnya tidak di perkenankan mencium bau Surga, apabila untuk mejadi penghuni Surga.
Apa susahnya sih menutup aurat, bukannya malah kita terjaga dari perbuatan maksiat yang kita inginkan, sekaligus mendapat rahmat dari Allah SWT. Lagian, apakah kalian mau menjadi Neraka..??
Pikirkan Baik-Baik..!!!!
So, Jangan main-main dengan Auratmu....
Anda baru saja membaca artikel yang berkategori dengan judul Religi. Anda bisa bookmark halaman ini dengan URL https://dian-indah18.blogspot.com/2013/05/religi.html. Terima kasih!
Ditulis oleh:
Unknown - Selasa, 07 Mei 2013






.jpg)
.jpg)


Belum ada komentar untuk "Religi"
Posting Komentar