Ketika kau terluka dan kehilangan, kau akan sadar. seberapa makna kehadirannya baagimu.
Ketika rasa rindu menyerpa, kau baru sadar Bahwa Cinta itu ada.....
Cinta bukan diukir dari sebanyak apa yang kau dapatkan darinya. Tapi, sebanyak apa yang sanggup kau berikan untuknya.
Cinta bukan dilihat dari segila apa kau mencintainya, tapi dilihat dari kerelaan apa yang kau sanggup untuk berkorban untuk orang yang kau cintai.
Kesetiaan bukan di buktikan dengan senekat apa kau bersamanya, tapi kesetiaan itu di buktikan dengan setulus apa kau sanggup mendampinginya.
Setetes embun cinta membasahi relung hati, teduh hati yang kurasa seperti jernihnya air yang suci. Bilamana kudengar namanya, diriku tersenyum seperti orang gila. Bilamana kubayangkan wajahnya iginku berada disampingnya, entah apa yang kurasa Perasaan Kagum ataukah Cinta..??
Haruskah aku bertanya pada langit dan Bumi, haruskah aku penasaran dengan rasa ini.
Ku bahagai cukup melihat tertawa bahagia, mungkin rasa ini akan ku bawa sampai aku menutup mata.
Cinta bukan mimpi tapi harapan, bukan apa yang di dapat tapi apa yang dirasa. Terasa dekat walaupun jauh, cinta bukanlah sebuah puisi tapi Kata Hati.
Cinta bukan pedang tapi mampu melukai hati.
Cinta bukan benang tapi mampu mengusutkan pikiran, walaupun begitu Cinta juga punya Naluri dan Perasaan yang tak bisa menerima Dusta dan Kepalsuaan.
Cinta tak mengenal rupa, warna, harta, martabat dan keadaan.
Cinta datang dari Lubuk Hati tanpa di undang menyatu dalam aliran darah, di lukis dalam kasih sayang, membentuk pengertian satu sama lain, tanggung jawab, kujujuran, kesetiaan dan peratian.
Anda baru saja membaca artikel yang berkategori dengan judul Mutiara Cinta. Anda bisa bookmark halaman ini dengan URL https://dian-indah18.blogspot.com/2013/05/mutiara-cinta.html. Terima kasih!
Ditulis oleh:
Unknown - Selasa, 07 Mei 2013




Belum ada komentar untuk "Mutiara Cinta"
Posting Komentar